Senin, 14 September 2009

Penerapan Teknologi dalam Pencegahan Kecelakaan

Penerapan Teknologi dalam Pencegahan Kecelakaan


- Tuesday 28, Jan 2003

Kementerian Riset dan Teknologi (KRT) sangat mendukung dalam meningkatkan awareness of safety technology. KRT terlibat dalam proses audit, standardisasi baik instrument maupun quality product serta proses mitigasi.
Sistem keselamatan umum dan pencegahan kecelakaan harus menjadi bagian integral dalam setiap program pembangunan. Keselamatan umum ini mencakup berbagai aspek kehidupan, antara lain safe air to breath, safe water to drink, safe food to eat, safe product to use, safe place to live and safe working place, demikian Menristek, Ir. M Hatta Rajasa dalam key note speechnya yang dibacakan oleh Deputi Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Iptek, Dr. Ir. Wendy Aritenang pada acara Seminar Penerapan Teknologi Dalam Pencegahan Kecelakaan" yang diselenggarakan oleh Ikatan Ahli Keselamatan Kerja Indonesia (IAKKI) bekerjasama dengan senat Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Indonesia di Hotel Kartika Chandra pada tanggal 27 s/d 28 Januari 2003.
Lebih lanjut dikatakan oleh Menristek bahwa aspek keselamatan iptek memiliki dua sisi teknologi yang tidak dapat dipisahkan.
Pertama, teknologi dapat menimbulkan risiko bagi manusia dan lingkungan Misalnya kecelakaan, kebakaran, peledakan, bahaya keracunan dan pencemaran lingkungan.
Kedua, iptek juga berperan dalam mencegah dan mengendalikan bahaya untuk menghindarkan terjadinya kecelakaan atau kerugian.
Hal ini dapat dilakukan melalui disiplin ilmu safety engineering, misalnya kita dapat merancang berbagai sistem, peralatan, metoda kerja dan sistem pengamanan untuk berbagai keperluan, standar keselamatan yang lebih baik dalam setiap rancang bangun dan pengguna teknologi, melakukan prediksi bahaya, serta memperkirakan dampak bencana alam gempa bumi, dan gunung berapi.
Kedua sisi teknologi tersebut harus dikelola dengan baik sehingga diperoleh hasil optimal, yaitu menekan semua potensi bahaya yang dapat terjadi dalam penggunaan teknologi, dan di lain pihak mengembangkan sistem-sistem pengamanan yang berbasis teknologi itu sendiri.
Melalui Kementerian Riset dan Teknologi telah menunjukkan komitmennya untuk menjadi Pelindung Organisasi IAKKI ini. Teknologi merupakan unsur penting dalam mencegah dan mengendalikan kecelakaan, demikian dikatakan oleh Pembina IAKKI Datu Hakim Tantawi.
Seminar dua hari ini diiukuti oleh sekitar 200 peserta dari pusat dan daerah serta pembicara dari dalam negeri: BPPT, PT Jasa Marga, PT Garuda Indonesia, ITB, UI, Pertamina, BPPT, PT Synergy Indonesia, Marsh Indonesia dan luar negeri: National Foam USA, Swedia, Inggris.
Ketua Umum Organisasi IAKKI adalah Soehatman Ramli SKM. (Humas KRT)

Sumber :
http://www.ristek.go.id/index.php?mod=News&conf=v&id=725

 

0 komentar:

Posting Komentar